*AKIBAT KETELEDORAN*


Sang surya sudah mulai menenggelamkan tubuhnya. Di iringi dengan menguningnya pancaran sinarnya pertanda petang menjelang tiba. Bersamaan dengan itu, Hilmipun berangkat menuju alam yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, untuk memenuhi panggilan tuhan. Tetapi di tengah perjalanan, tiba-tiba Hilmi mendengar suara yang agak aneh.
“Hilmi… Hilmi…Hilmiiiii, tunggu!!!
Suara itu terdengar dari semak-semak yang tidak jauh dari tempat Hilmi berada. Hilmipun menghentikan langkahnya. Perlahan-lahan Hilmi menolehkan kepalanya kea rah suara itu. Tapi ternyata Hilmi tidak melihat satu orangpun di sana.
“mungkin ini hanya perasaanku saja.” Kata Hilmi dalam hati.
          Kemudian Hilmi melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan suara itu lagi. Tidak lama kemudian suara itu terdengar lagi, HIlmi menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya, namun dia tidak melihat siapapun juga.
“Waahhh…… jangan-jangan ini suara hantu yang ingin menggodaku.” Gumam Hilmi dalam hati. Hilmipun mempercepat langkahnya sambil membaca ayat-ayat suci untuk berlindung kepada Allah.
          Namun, apa yang terjadi? Tiba-tiba berdirilah seorang perempuan cantik dengan pakaian yang serba putih dan senyuman yang menawan.
Dia pun berkata:” tunggu Hilmi, jangan kau percepat langkah kakimu. Aku ingin bersamamu. Maukah kau pergi bersamaku???...
Hilmipun terbengong  dan mengatakan dalam hati,: “apakah dia Rosita, ataukah dia hantu jadi-jadian???”…..
          Hilmi teringat pada guru ngajinya bahwa cirri-ciri makhluk halus itu kakinya tidak menyentuh tanah. Hilmipun melihatnya, ternyata dia memang betul-betul hantu. Langsung saja hilmipun membaca do’a’. tapi anehnya, bukannya hantu itu lari ketakutan tapi malah dia mengikuti bacaan yang di baca Hilmi untuk mengusir sebangsa hantu tersebat.
Perempuan itu mendekati Hilmi, dan menarik tangannya’ ketike itu pula, perempuan itu berubah menjadi makhluk yang sangat seram. Langsung saja Hilmi menyingkirkan tangannya, dan langsung saja dengan sekuat tenaga dia lari hingga akhirnya dia terjatuh dan tidak bias bangun.
          Ketika itu juga Hilmi terbangun dari tidurnya. Lalu dia sadar bahwa kejadian yang baru saja ia alami hanyalah sebuah mimpi. Diapun teringat, bahwa mimpi yang baru ia alami tadi akibat keteledorannya tidak membaca do’a sebelum tidur.


0 komentar:

Posting Komentar